Negeri Para Bedebah
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dan dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Taukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah, orang baik dan bersih dianggap salah
Di penjarakan hanya karena sering bertemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila di negerimu dikuasai para bedebah
jangan tergesa-gesa mengadu pada Allah
Karena Tuhan takkan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah,
usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
(Puisi ini dibacakan Adi Massardi di depan gedung KPK, terkait penahanan wakil ketua (non-aktif) KPK Bibit dan Chandra. Dukungan masyarakat terhadap KPK terus mengalir. Ada sebuah kiasan, yaitu cicak (KPK) melawan buaya (Polisi) karena pihak polisi dan jaksa terlibat dalam kasus pelemahan KPK ini. Puisi ini menggambarkan keadaan Indonesia yang sesungguhnya. Ada soal penguasa, bahkan TKI disinggung disana.)

0 komentar:
Posting Komentar